Text
Nak, Maafkan Kami! : Panduan Mengasuh Anak tanpa Kekerasan
Siapakah sebenarnya anak kita? “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” (QS. Ali Imran: 14) Al-Qur’an telah menjawab, bahwa anak adalah salah satu dari kesenangan hidup. Sayangnya, sebutan kesenangan hidup itu terkadang tidak diiringi dengan perilaku yang baik dalam merawatnya. Kita sebagai orangtua sering lupa bahwa anak sejatinya hanyalah titipan. Buah lupa tersebut mengakibatkan kefatalan pengasuhan, hingga menggiring kita mendapatkan julukan orangtua durhaka. Gugatan diri penulis dan keprihatinan terhadap pola pengasuhan yang pernah diterapkan selama ini menjadi alasan utama lahirnya buku ini. Melalui uraian pengingat dan kisah inspiratif, penulis ingin mengabarkan tentang sebuah pola pengasuhan ideal tanpa kekerasan dengan mengedepankan sudut pandang islami. Pemilihan bahasa yang ringan, menjadikan alur tulisan dalam buku ini mengalir sehingga mudah dicerna pembaca. Proses penulisan buku ini, didukung dengan hasil riset langsung fenomena keluh kesah orangtua di lapangan. Kebun Pena (Kelompok Bunda Penyayang Anak) adalah sebuah kelas parenting penanggulangan kekerasan pada anak yang merupakan binaan penulis sejak tahun 2019.
Tidak tersedia versi lain